Jumat, 11 April 2014

[STORY] Cerita di Balik Hijabku

Halo semuanya...
Kali ini postinganku nggak ada yang berbau review, FOTD, ataupun tutorial nih, cuma mau cerita-cerita aja, hehehe.
Yang mau aku ceritakan adalah tentang hijabku :).

Bagi yang kenal aku dari awal blogku muncul pasti tau kalo dulunya aku nggak berhijab, mungkin kalian bisa lihat diriku jaman dulu di sini atau di sini. Dulu pertama kali bikin blog itu aku tertarik banget sama makeup-makeup korea yang cute abis gitu, hehehehe. Nah suatu saat aku tertarik dengan cewek-cewek korea yang berambut pendek. Gara-gara itu timbullah niatku buat memangkas rambut panjang kesayanganku menjadi pendek sebahu. Jujur aja nih ya aku jaraaaang banget potong rambut di salon, paling aku hanya minta kakakku buat merapikan aja bagian bawahnya. Nah untuk rencanaku kali ini, akhirnya aku potong ke salon yang emang nggak terkenal namanya, ini aku dapat rekomendasi dari temenku yang katanya rame padahal temenku juga belum pernah ke sana. Saat potong aku melepas kacamataku, jadi aku nggak bisa melihat dengan jelas proses memotongnya (mataku minus 4), daaaaaan saat selesai kalian tau gimana hasilnya??? Saat pertama kali melihat rasanya separuh jiwaku dirampas!!! shock, sedih, pengen nangis, nggak karuan pokoknya. Rambutku pendeeeek banget, aku yang minta potong sebahu, minta layer, minta biar nggak keliatan tembem, malah jadi seleher atau hampir setelinga, poniku juga pendek banget, wajah tembemku dibuka byaaakkk, mending kalo potongannya mirip potongan polwan, ini malah aneh banget, ancuuurr, nggak ikhlas banget rasanya.

Ketika sampe rumah rasanya maluuuu banget sama keluarga, nggak pede, bahkan jadi malu buat keluar, aku jadi seperti kayak orang yang lagi stress atau sakit parah yang bikin rontok. Untungnya ibuku menasehati aku dengan kata-kata saktinya yang penuh dengan keagamaan. Gara-gara itu juga akhirnya aku memutuskan untuk berhijab. Awal berhijab saat ditanya sama temen-temen "Pake hijab terus ling (panggilan temen2ku yang diadopt dari nyanyian tukang siomay depan kampusku setiap aku beli siomay -_-, emang sih aku termasuk minoritas di kelasku alias wajah cina diantara wajah-wajah jawir) ?" Pertanyaan itu aku cuma bisa jawab "insyaAllah". Belum lagi sama pertanyaan "Kamu pake hijab kenapa? Kok tiba-tiba banget, biasanya ada masalah berat banget, tapi kayaknya kamu nggak mungkin deh punya masalah berat", aku cuma bisa jawab "Ada berkah dibalik musibah (sambil tersenyum palsu)", padahal dalam hatiku menjawab "Masalah berat banget, sangat berat, separuh jiwaku dirampas tukang salon!!!". Arrrrgggghh!!!

Oiya ada suatu hal juga yang mau aku ceritain dibalik hijabku, jadi waktu kuliah aku punya temen inisialnya N. Si N ini tentang agamanya jos banget, dia hijabnya yang sampe 3 lapis dan panjang-panjang gitu. Nah kebetulan aku sama dia pembimbing skripsinya sama, jadi aku lumayan deket sama dia. Aku inget betul, suatu hari sehabis sholat, dia bilang "Rin, nanti kalo aku ketemu kamu lagi kamu udah pake hijab ya" dan aku cuma bisa menjawab "insyaAllah". Dan perkataan itu terus selalu muncul sampe hampir 3 x di waktu yang berbeda. Mungkin saking mujarabnya kata-kata itu, 2 bulan kemudian akhirnya aku berhijab, dan aku bertemu dengannya saat pelatihan dengan keadaan sudah berhijab. Emang bener ya, kata itu merupakan sebuah doa :).

Dan sekarang kalo ada yang tanya "Mau berhijab terus rin?", aku jawab "Iya, insyaAlah selamanya". Mungkin untuk berhijab itu memang susah, belum siap lah, panas lah, takut nggak bisa gaya-gayaan lagi lah, banyak alasannya, akupun dulunya juga gitu, seandainya aja nggak ada peristiwa potong rambutku itu mungkin sampe sekarang aku belum siap untuk berhijab. Memang sih aku akui dulu aku berhijab bukan dari hati, tapi seiring berjalannya waktu aku merasakan kenyamanan dengan berhijab, bahkan hijab banyak membawa berkah bagiku, salah satunya keterima CPNS. Hijabku memang belum syar'i, masih banyak bermodel-model, tapi aku selalu mencoba belajar untuk itu, paling tidak hijabku bisa menutupi dada :).

Nah begitulah cerita di balik hijabku, semoga bisa jadi inspirasi dan aku akan terus belajar dan belajar :).

pertama kali memutuskan berhijab :)

Bye-Bye

-ninudt-  

5 komentar :

  1. haii rini ..
    wah harusnya salon nya tanggung jawab tuh ..
    tapi ada positif nya juga sih .. sekarang jadi berhijab :D
    btw aku nominasiin kamu Liebster Award yah, cek post nya disini http://moonzmine.blogspot.com/2014/04/liebster-award.html
    thankyou

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya harusnya minta tanggung jawab, tapi yaudah terlanjur jugaaa...
      berkah dibalik musibah, hehe
      thank yaaaa

      Hapus
    2. Assalamu Alaikum wr-wb, perkenalkan nama saya ibu Rosnida zainab asal Kalimantan Timur, saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS. saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi pemerintahan manapun, saya mengabdikan diri sebagai guru disebuah desa terpencil, dan disini daerah tempat saya mengajar hanya dialiri listrik tenaga surya, saya melakukan ini demi kepentingan anak murid saya yang ingin menggapai cita-cita, Sudah 9 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 4 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari sekolah tempat saya mengajar mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan ke jakarta untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk Drs Tauhid SH Msi No Hp 0853-1144-2258. siapa tau beliau masih bisa membantu anda, Wassalamu Alaikum Wr Wr ..

      Hapus
  2. Aku seorang Nasrani. Tapi dibesarkan di keluarga yang multikultural dan multiagama. Banyak tante yang berhijab. Menurut aku luar biasa sekali seorang yang memutuskan berhijab. Udah panas, gerah, dan rada lama kemana-kemana, belum lagi dengan tuntutan yang ikut dibelakangnya, seperti perilaku juga harus berubah. Apapun alesan kamu dan cara kamu memutuskan berhijab, menurut aku kamu KEREN BANGET. Diumur segini sudah memutuskan komit untuk sesuatu yang besar dan long-therm!!!

    Main-main ke blog aku ya. Baru posting soal The Roaring 20's, era dimulainya makeup. :)
    Ditunggu...

    -MissPlum-
    www.plumblush.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, thanks banget ya dan semoga juga nggak ada halangan apapun...

      udah main ke blogmu dan langsung suka nih, ilmunyaaaa banyak banget yang didapet ^ ^

      Hapus

Silakan beri kritik dan saran ya ^ ^